Presentasiin Inovasi Sistem Keuangan untuk BOD? | Faisal Akbar
Buat Faisal Akbar, laporan keuangan yang penuh angka dan pajak nggak akan nyampe kalau audiensnya nggak semua paham finance.
Bagi Faisal Akbar, Corporate Finance and Accounting Project Specialist at PT Dharma Satya Nusantara Tbk, kuncinya adalah terus menyesuaikan bahasa dan cerita sambil memastikan slide-nya tetap bisa dipahami orang di luar finance.
Jadi, apa rasanya presentasiin inovasi sistem keuangan untuk BOD?
"Harus lebih engaging karena audiensnya beragam dan nggak semua paham finance, sementara materi saya penuh laporan keuangan, pajak, dan budget. Jadi saya selalu menyesuaikan bahasa dan cerita sambil terus make sure: 'Kalau gue bukan orang finance, gue ngerti nggak isi slide ini?'"
Faisal Akbar
T& (T&DON): Kenapa milih topik improvement reporting process untuk proyek Suggestion System ini?
FA (Faisal Akbar): Dalam pemilihan apa yang saya ingin kontribusikan, saya mempertimbangkan 3 aspek dengan menggunakan prinsip PARETO.
Pertama, topik apa yang memberikan dampak paling signifikan?
Kedua, apakah topik ini bisa diselesaikan dalam scope waktu yang diberikan?
Ketiga, apakah topik yang diberikan masuk dalam circle of influence (dalam kendali saya)?
Maka dari 3 aspek tersebut, saya memilih topik improvement process pada laporan keuangan di Unit Bisnis Renewable Energy.
T&: Biar presentasi tetap engaging, padahal topiknya berat, apa pendekatan yang dipakai?
FA: Reporting awalnya sangat terfragmentasi. Gimana cara nyampein kerumitan itu biar audiens bisa langsung paham urgensinya? Bagaimana saya bisa menyampaikan improvement saya menggunakan ilustrasi dan cerita yang imajinatif yang mayoritas relate dengan apa yang disampaikan?
Sebagai informasi, saat saya menyampaikan gagasan saya, audiens dan penilai tidak semua mengerti laporan keuangan, excel, atau memiliki background finance. Karenanya saya melakukan brainstorming: bagaimana caranya tidak terlalu teknikal namun tidak terlalu mengawang-ngawang.
Saya menggunakan metode storytelling dalam menyampaikan gagasan, dengan menggunakan bahasa dan ilustrasi, membuat audiens membayangkan dirinya adalah saya yang sedang di suatu ruangan, dan memecahkan misteri dan teka-teki simple.
Dengan strategi yang mempertimbangkan berbagai opsi, aspek, risiko, dan konsekuensi yang muncul dari aktivitas improvement yang dilakukan.
T&: Gimana cara ngeyakinin kalau sistem yang dikembangin bisa dipakai lintas fungsi dan long-term?
FA: Saya menjelaskan dengan sedikit lebih teknikal pada bagian ini: bagaimana Excel bekerja dan kompetensi apa yang dibutuhkan agar bisa digunakan oleh fungsi dengan pain point yang sama.
Di sesi QnA, beberapa Senior Manager menanyakan hal ini: apakah ini bisa digunakan di fungsi/orang lain?
Kemudian di akhir, saya memberikan konklusi bahwa improvement saya 100% dapat digunakan lintas fungsi, selama sistem ERP (Enterprise Resource Planning) yang digunakan sama, serta membuktikan bahwa improvement saya sudah bisa dicoba kepada orang lain.
T&: Rasanya gimana waktu tau hasil presentasi bakal dipakai langsung di laporan BOD?
FA: Tentunya senang karena saya memiliki peran yang tidak kecil dalam membantu bahan para leaders dalam pengambilan keputusan. Atasan saya juga sudah menyetujui bahwa hasil ini bisa digunakan secara sustain.
Cukup satu struktur terpadu yang juga bisa mendukung kebutuhan presentasi ke BOD. Hasil yang dicapai: waktu kerja berkurang dari 620 menjadi 340 menit (hemat 45%), laporan rutin terbit tepat waktu sesuai KPI terjaga, akurasi meningkat, risiko pajak berkurang, dan tim perencanaan serta konsolidasi lebih terbantu, dengan ROI mencapai 2x.
T&: Satu tips buat presentasi teknis biar gampang dicerna audiens?
FA: Tanyakan kepada dirimu, "Kalau gue jelasin ini ke orang random yang nggak tau apa apa tentang topik yang akan gue sampaikan, kira-kira dia ngerti nggak, ya?" Ini akan sangat membantu dari pemilihan kata, bahasa, dan alur cerita yang disiapkan dalam presentasi yang akan dibawakan.
3 practical tips we can learn from Faisal's innovation pitch:
1. Translate before we present.
Sebelum tampil, adjust istilah teknis ke bahasa yang bisa dicerna siapa pun. Kalau audiens bingung, datanya nggak akan ber-value buat mereka.
2. Build stories around logic.
Pake storytelling buat nyusun alur berpikir. Bukan buat dramatisasi, tapi biar orang ngerti kenapa data kamu penting dan solusinya relevan.
3. Test your clarity early.
Coba jelasin ke orang non-finansial. Kalau mereka bisa ngerti tanpa banyak nanya, berarti kita siap. Kalau nggak, ulang lagi sampe pesannya nyampe.